Proposal Temu Alumni 2008

November 17th, 2007 by asramabhinneka

Asrama_bhinneka

PROPOSAL TEMU ALUMNI AKBAR
FEBRUARI 2008

PROPOSAL KEGIATAN
TEMU ALUMNI AKBAR ke V1
KELUARGA BESAR ASRAMA MAHASISWA BHINEKA TUNGGAL IKA
1958 - 2008

I. Latar Belakang
Asrama mahasiswa Bhineka Tunggal Ika merupakan suatu wadah tempat para mahasiswa dari Universitas Airlangga dari berbagai fakultas yang ada dapat berkumpul, berinteraksi, dan belajar berorganisasi. Di dalam Asrama Mahasiswa Bhineka Tunggal Ika ( BT- Ika ) para mahasiswa UNAIR dari berbagai daerah di seluruh Tanah Air merasakan suka duka berbagi bersama, mengatasi konflik, belajar mengatur semua kebutuhan sehari-hari untuk semua anggota maupun hal-hal lain yang akan membekas dalam sanubari anggota walaupun telah lima, sepuluh, atau bahkan duapuluh tahun lamanya meninggalkan Asrama Tercinta ini.
Asrama Mahasiswa BT-Ika berada dalam naungan Yayasan Bhineka Tunggal Ika tanpa terasa telah eksis pada fungsi dan tujuannya yang mulia selama kurang lebih empat Dasawarsa. Bukan waktu yang singkat untuk kelangsungan hidup sebuah asrama mahasiswa. Selama rentang waktu tersebut tak terhitung jumlah anggota yang keluar dan memasuki kehidupan dalam asrama mahasiswa BT-Ika.
Disadari sekali seiring dengan berjalannya waktu, terjadi suatu degradasi wawasan anggota tentang sejarah tentang asrama tercinta ini. Merupakan hal yang sangat wajar mengingat rata-rata tiap anggota hanya mampu mengidentifikasi senior asrama yang maksimal hanya dua atau tiga angkatan diatasnya. Hal ini akan sangat mengkhawatirkan dan juga merugikan bagi perkembangan asrama ke depan. Untuk itulah perlu nya diadakan suatu kegiatan yang dapat dijadikan suatu media untuk para anggota baru dapat mengenal para seniornya dan mendapatkan wawasan secara lengkap tentang seluk beluk Asrama Bhineka Tunggal Ika dari masa ke masa.
Adapun dengan adanya kegiatan “ Temu Alumni Akbar Keluarga Besar Asrama Mahasiswa Bhineka Tunggal Ika 2008“ diharapkan dapat dijadikan suatu media untuk hal tersebut, sekaligus memberikan kesempatan bagi para kakak-kakak alumni untuk mengetahui keberadaan adik-adiknya di asrama mahasiswa BT-Ika secara langsung beserta berbagai kendala yang dihadapi Asrama mahasiswa BT-Ika pada saat ini.

II. Tujuan Kegiatan
Diharapkan dengan adanya kegiatan Temu Alumni Asrama Mahasiswa Bhineka Tunggal Ika 2008 dapat :
 Menjadi suatu wahana untuk bernostalgia mengenang kehidupan berasrama bagi para Alumni dan bertemu dengan mantan rekan-rekan satu angkatan.
 Mengenal adik – adiknya baik yang juga telah menjadi alumni maupun yang masih tinggal di asrama Bhineka Tunggal Ika
 Mendapatkan wawasan secara lengkap tentang sejarah berdirinya asrama Mahasiswa Bhineka Tunggal Ika beserta runutan perkembangan Asrama dari waktu-ke waktu bagi para anggota yang masih baru.
 Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat membentuk suatu wadah Ikatan Alumni Asrama Mahasiswa Bhineka Tunggal Ika sehingga dapat memudahkan jalannya informasi dari anggota baru kepada kakak alumni begitu juga sebaliknya.
 Memberikan sumbangsih pemikiran dan dana untuk kelangsungan Kehidupan Asrama Bhineka Tunggal Ika.

III. Nama Kegiatan
Nama Kegiatan ini adalah :
“Temu Alumni Akbar ke VI Keluarga Besar Asrama Mahasiswa Bhineka Tunggal Ika 2008 “
Tema Kegiatan ini adalah:
“50 Tahun Usiamu”

IV. Waktu dan Tempat Kegiatan
Adapun Waktu dan Tempat Kegiatan diselenggarakan pada:
Hari / Tanggal : Sabtu / 22 Februari 2008
Pukul : 10.00 WIB – Selesai
Tempat :
1. OPEN HOUSE: Asrama Mahasiswa “ Bhineka Tunggal Ika “
Jalan Mulyosari 370 – Surabaya
2. MALAM AKRAB: Hotel Sahid Surabaya
Jalan mboh

V. Anggaran Dana
PEMASUKAN Subtotal
Subsidi Yayasan Bhineka Tunggal Ika4.500.000,00
Uang Kas Asrama Bhineka Tunggal Ika500.000,00
Donatur Alumni15.000.000,00
Sponsor3.000.000,00
Total23.000.000,00

PENGELUARAN Harga Satuan Jumlah Subtotal
Kesekretariatan
a Buku Tamu
b Pembuatan Buku Sejarah Asrama BT-IKA
c Kaos Panitia
d Souvenir
Total 1.400.000,00
Dana
a Tiket
b Akomodasi
Konsumsi
a Panitia
b Acara
Open House
Malam Akrab
Total 8.000.000,00
Transportasi
a Bis
b Bensin Motor
Total 500.000,00
Perlengkapan
a Dekorasi Acara
b Sewa Terop
Total 200.000,00
Publikasi dan Dokumentasi
a Koran
b Undangan
c Kamera dan Cetak
d Handycam dan Edit
Total 4.000.000,00
Lain-lain
Total Kabeh 23.000.000,00

VI. Susunan Panitia
Penanggung Jawab : Aan Hunaifi ( FMIPA )
Ketua : Aris Wirawan ( FE )
Sekretaris : Ar Rofi ( FKG )
Bendahara : Hasan ( FE )
Pendamping : Bana (FK)
Bagus (FKG)
Nuril (FH)
Kholid (FK)
Agus (FE)
Sie Dana : Fedi ( FMIPA )
Faizar ( FKG )
Andik ( FKH )
Rahmat ( FK )
Sie Perlengkapan : Yudha ( FMIPA )
Awaludin (FE)
Ibnu ( FMIPA )
Sie Publikasi dan Dokumentasi : Catur Prasetya ( FE )
Reza ( FKM )
Riza (FISIP)
Sie Kesekretariatan : Nunung ( FKH )
Asrori ( FMIPA )
Sie Acara : Biantoro ( FMIPA )
Yosi ( FKH )
Trian (Fpsi)
Huda (FKH)
VII. Penutup
Demikian proposal kegiatan Temu Alumni Akbar Keluarga Besar Asrama Mahasiswa Bhineka Tunggal Ika. Besar harapan kami semoga kegiatan yang kami rencanakan akan dapat terlaksana dengan baik. Untuk itu kami sangat mengharapkan adanya kerjasama yang baik dalam program yang telah kami rencanakan.

VIII. Lembar Pengesahan

Surabaya, 10 Agustus 2007

Mahasiswa dan Alumni Unair, Luncurkan Buku Sejarah

November 17th, 2007 by asramabhinneka

Fakultas Sastra, Kampus B. “Sesuatu karya positif yang dimulai oleh mahasiswa Universitas Airlangga dengan mampu membuat buku tentang catatan sejarah ini, adalah suatu modul yang pantas untuk diapresiasi,” kata Prof. Dr. Soegijanto Padmo, M.Sc., Ketua Pengelola Program Pascasarjana Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada.

Hal itu dikatakan saat memberikan pandangannya dalam diskusi dan peluncuran buku berjudul “Tempo Doeloe Selaloe Aktoeal”, di Fakultas Sastra Universitas Airlangga. Saat itu, Prof. Soegijanto sempat memuji, karena ternyata buku tersebut merupakan karya mahasiswa dan alumni Jurusan Sejarah Unair.

Buku setebal 296 halaman yang dicetak oleh Penerbit Ar-Ruzz Media, Jogyakarta, ini, Jumat (31/8) kemarin, diluncurkan dengan disaksikan langsung oleh para peserta Simposium Nasional Kurikulum dan Pengajaran Sejarah di Perguruan Tinggi yang berasal dari 40 Perguruan Tinggi di Indonesia.

Sebelum diluncurkan oleh Dekan Fakultas Sastra Unair, drs. Aribowo, MA, diskusi buku ini sekaligus menandai penutupan acara simposium yang berlangsung sejak Rabu (29/8) lalu.

Prof. Soegijanto sendiri menilai, peluncuran buku tentang sejarah ini sangatlah tepat. “Jadi kita sekarnag ini diingatkan, bahwa dari kreativitas dan ketekunan mahasiswa Unair inilah kita semestinya juga bisa melakukan hal serupa. Misalnya membukukan hasil kajian-kajian sejarah, dan saya yakin itu akan sangat bermanfaat,” katanya.

Tentang Surabaya

Editor buku ini adalah Purnawan Basundoro, sejarahwan Unair. Ia dibantu oleh Sukaryanto, La Ode Rabani, dan Moordiati. Dalam buku ini diketengahkan 12 judul naskah, yang dikategorikan ke dalam lima kelompok, yakni kelompok Infrastruktur dalam Sejarah, Masyarakat Dalam Perkembangan Media Massa, Dinamika Budaya, Kebutuhan Rohani, dan kelompok Ekonomi dan Industri dalam Perubahan.

Yang menarik, diantara 12 judul tulisan tersebut, setidaknya ada delapan judul tulisan yang sangat erat dengan catatan sejarah yang terjadi di Kota Surabaya, Madura, dan sekitarnya. Misalnya “Budaya Adu Doro dalam Masyarakat Suroboyo”, buah tulisan dari Rojil Nugroho Bayu Aji, mahasiswa Sejarah Unair.

Belum lagi bahasan sajian tentang Budaya Remoh dan Sandhor di Surabaya, Kebun Binatang Surabaya, Haji Embarkasi Surabaya, Pasang Surut Perdagangan di Pelabuhan Kelimas Surabaya, hingga Transportasi Kereta Api di Madura pada
Masa Kolonial.

Menurut Dekan Sastra Unair, Aribowo, MA., porspektif sejarah itu beragam, dimulai dari perspektif elit hingga strukturalisme. Dan untuk itu harus ada yang menjaga dan menebarkan kemana saja. “Salah satu komponen masyarakat yang berkompeten menebarkan perspektif sejarah yang beragam itu adalah masyarakat kampus, utamanya mahasiswa. Mahasiswa harus membongkar apa saja yang berbau dokmatis. Mahasiswa harus mengabarkan bahwa sejarah bukan hanya artefak mati yang digantung dalam satu perspektif,” kata Aribowo.

Lebih jauh, Dekan Sastra juga mengatakan, bahwa mahasiswa memang harus mengabarkan tentang sejarah. Lebih sebagai mahluk masa lalu yang belum pernah berakhir patronnya dan selalu akan dikaji ulang patronnya. “Dan saya kira obor akademis adalah obor kritis, dan obor kritis itulah yang harus dibawa kemana saja oleh para mahasiswa sejarah, dan salah satu obor kritis mahasiswa itu adalah buku kritis sejarah yang ditulis para mahasiswa. Saya ucapkan selamat kepada mahasiswa sejarah atas obor kritisnya,” tandas Aribowo, MA.

sumber: http://unair.ac.id/Warta Online Universitas Airlangga

Blog lain asrama

November 17th, 2007 by asramabhinneka

Alhamdulillah akhirnya bisa bikin friendsternya asrama berikut blognya
ada juga blog asrama yang laen lho
alamatnya
http://bhinneka-eks-blauran.blogspot.com